Penyebab, Gejala dan Pencegahan Amandel (radang)
Beberapa tahun yang lalu operasi
banyak digunakan sebagai solusi radang amandel. Tonsilitis adalah
peradangan pada amandel disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri.
Peran amandel adalah sebagai penyaring atau fileter bakteri dan virus
yang dapat menyebabkan terjadinya infeksi yang lebih berbahaya. Tindakan
operasi sudah jarang dilakukan, kecuali bila peradangan sering sekali
terjadi atau bila peradangan tersebut menyebabkan kesulitan untuk
bernapas dan menelan.
Gejala radang amandel cukup mudah dikenali, yaitu adanya
5 tanda yaitu : kalor, dolor, rubor, tumor, dan fungsiolaseayang detailnya dapat dilihat
disini.
Secara sederhana gejala ini dapat meliputi :
- Tenggorokan sakit
- Sulit atau sakit saat menelan
- Sakit kepala
- Demam dan kedinginan
- Pembesaran, pembengkakan kelenjar (kelenjar getah bening) disekitar rahang dan leher.
- Kehilangan suara
Penyebab radang amandel
Saat bakteri dan virus memasuki tubuh melalui hidung atau mulut anda,
amandel berperan sebagai filter—menyelimuti organisme yang berbahaya
tersebut dengan sel-sel darah putih. Ini akan menyebabkan infeksi ringan
pada amandel anda, yang akan memicu sistem kekebalan tubuh untuk
membentuk antibodi terhadap infeksi dimasa yang akan datang. Akan
tetapi, kadang-kadang amandel sudah kewalahan menahan infeksi bakteri
atau virus. Inilah yang menyebabkan terjadinya tonsilitis.
Ada berbagai macam virus dan bakteri yang dapat menyebabkan
terjadinya radang amandel, termasuk virus yang menyebabkan mononucleosis
(virus Epstein-Barr) dan bakteri yang menyebabkan terjadinya radang
tenggorokan (Streptococcus pyogenes).
Apakah radang amandel dapat menular?
Ya, virus dan bakteri cenderung untuk berkembang pada orang-orang
yang berhubungan dekat satu sama lain. Pada anak-anak dapat terjadi
seperti di sekolah atau di fasilitas penitipan anak.
Pemeriksaan dan diagnosis dokter
Dokter akan memeriksa amandel dan bagian belakang tenggorokan anda
untuk melihat adanya tanda-tanda infeksi, seperti adanya warna kemerahan
atau nanah. Bila amandel anda kelihatan mengalami infeksi dan anda
mengalami tanda-tanda dan gejala lain yang mengarah pada radang
tenggorokan, anda akan menjalani uji usap tenggorokan. Dengan tes yang
sederhana ini, dokter akan mengusapkan semacam kasa steril pada bagian
belakang tenggorokan anda untuk mendapatkan sampel air liur. Tes ini
tidak menyakitkan, tapi dapat menyebabkan anda sedikit tercekat.
Sampel yang telah diambil akan diperiksa di dalam lab untuk melihat
ada tidaknya bakteri streptokokus. Hasil tes dapat dilihat dalam
hitungan menit atau jam, bergantung pada metode pengujian yang
digunakan. Bila tes ini menunjukkan hasil yang positif, anda perlu minum
antibiotik untuk mengobati infeksi yang anda alami.
Pencegahan radang amandel
Sering cuci tangan adalah cara terbaik untuk mencegah terjadinya
berbagai jenis infeksi, termasuk juga tonsilitis. Seringlah cuci tangan
anda, dan beri dorongan pada anak-anak anda untuk melakukan hal yang
sama.
Bila anda menggunakan sabun dan air:
- Basahi tangan anda dengan air hangat yang mengalir dan gunakan sabun
cair atau sabun batangan yang bersih. Gosok hingga berbusa.
- Gosok dengan kuat selama setidaknya 15 detik. Ajarkan pada anak-anak
anda untuk mencuci tangannya selama mereka menyanyi lagu ABS, “Row,
Row, Row Your Boat” atau “Selamat ulang tahun” hingga selesai.
- Gosok semua permukaan tangan, termasuk bagian belakang tangan,
pergelangan tangan, diantara jari-jari dan dibawah kuku jari anda.
- Bilas dengan bersih.
- Keringkan tangan dengan menggunakan handuk yang bersih.
- Gunakan handuk tersebut untuk mematikan keran air.
Bila sabun dan air tidak tersedia, gunakan pembersih tangan yang
berbahan dasar alkohol. Tuang sekitar ½ sendok teh bahan pembersih
tersebut ke tangan anda. Gosok-gosok kedua tangan anda, sehingga cairan
pembersih tersebut melumuri permukaan tangan anda, hingga cairan
tersebut kering.
Pencegahan lain yang menggunakan logika juga dapat digunakan. Pada
saat batuk atau bersin gunakan tisu atau lengan anda. Jangan menggunakan
gelas minum dan peralatan makan untuk bersama-sama. Hindari berada
dekat dengan orang yang sedang sakit. Cari tempat penitipan anak yang
mempraktekkan kebijakan soal kebersihan dan meminta agar anak-anak yang
sakit tetap berada di rumah.